# Sains di Balik Mordanting
Mempersiapkan serat untuk pewarnaan bukan sekadar mencucinya. Ini adalah proses teknik kimia pada tingkat molekuler yang disebut mordanting. Kata ini berasal dari bahasa Latin mordere (menggigit), dan fungsinya adalah bertindak sebagai jembatan kimia antara serat dan pigmen. Tanpa jembatan ini, sebagian besar pewarna alami hanya akan luntur pada pembilasan pertama.
Konsep Kunci
# Pembedaan Serat
Serat Protein: Wol dan Sutra
Serat Selulosa: Kapas dan Linen
# Kontrol Bak: WOF, Suhu, dan pH
Untuk mendapatkan hasil profesional dan dapat diulang, konsep WOF (Weight of Fabric) adalah hukum utamanya. Semuanya diukur sebagai persentase dari berat kering serat. Kelebihan mordant dapat menjenuhkan serat dan membuatnya kasar atau meninggalkan endapan logam yang mengubah warna akhir.
Rampa Termal
Panas bertindak sebagai katalis, mempercepat reaksi kimia. Namun, perubahan suhu yang mendadak pada wol dapat menyebabkan sisik-sisiknya saling mengunci secara permanen, menghasilkan kain yang menjadi felt dan menyusut.Faktor pH
Banyak pewarna alami adalah indikator pH yang hidup. pH mempengaruhi kelarutan garam dan pelestarian serat. Sutra dapat kehilangan kilaunya jika bak terlalu basa. Menyesuaikan pH dengan asam sitrat atau kalsium karbonat sangatlah mendasar.# Zat dan Keamanan
Tawas Kalium
Cream of Tartar
Protokol Keamanan
Gunakan panci khusus untuk pewarnaan, jangan pernah untuk makanan.Gunakan sarung tangan dan masker saat menangani mordant bubuk.
Pastikan ventilasi yang konstan untuk menghindari penumpukan uap.