# Mengapa Kode CSS Bisa Terduplikasi?
Saat mengelola proyek web jangka panjang atau bekerja dengan kode warisan (legacy code), sangat umum terjadi beberapa pengembang menulis aturan CSS yang saling tumpang tindih. Karena khawatir merusak desain yang sudah ada, seorang developer lebih memilih menambahkan aturan baru di bagian akhir dokumen daripada mengedit atau merefaktor kode aslinya.Hasilnya adalah file yang tidak efisien dengan puluhan selektor yang dideklarasikan berulang kali, membuat kode sulit dibaca dan memperbesar ukuran unduhan halaman web Anda secara signifikan.# Dampak Tersembunyi pada Performa Web (Web Vitals)
File stylesheet menghalangi proses rendering browser secara alami (sebagai sumber daya Render-Blocking). Selama browser belum selesai mengunduh dan membangun CSSOM secara lengkap, layar akan tetap kosong.# Cara Kami Menyatukan Aturan yang Duplikat
Alat ini bekerja seperti perakit cerdas. Alih-alih sekadar mengompres spasi putih seperti minifier biasa, alat ini memindai teks secara rekursif untuk menemukan pola selektor yang identik.- Bayangkan Anda memiliki aturan
.box { color: red; }dan seratus baris kemudian ada.box { padding: 10px; color: blue; }. Alat ini akan menyatukan kedua blok di bawah selektor.boxyang sama, menggabungkan padding-nya. - Pelestarian Cascade CSS: Untuk konflik langsung, algoritma secara ketat mempertahankan properti yang terakhir dideklarasikan. Ini memastikan tata letak asli Anda tidak rusak saat dokumen dibersihkan.